Home » » Aku Hanya Membatin

Aku Hanya Membatin


Al-Junaid berkisah:

Suatu ketika aku duduk-duduk di masjid menanti satu jenazah yang akan kushalati. Kulihat di arah sana ada seorang fakir sedang meminta-minta kepada orang lain. Aku berkata dalam hatiku, “Andai saja orang ini mau bekerja tentu ia akan dapat mengatasi masalah hidupnya, dan tentunya hal itu lebih baik dari pada meminta-minta.”

Sepulangnya aku di rumah, kulakukan kembali berbagai wirid yang selama ini aku amalkan tiap malam. Namun, wiridanku malam ini terasa berat sekali sehingga aku merasa sangat mengantuk dan tertidur dalam keadaan masih duduk. Dalam tidurku aku bermimpi melihat orang yang fakir tadi dalam rupa seperti daging kambing bakar. 

Ada yang mengatakan kepadaku, “Makanlah daging si fakir itu. Sesungguhnya engkau telah menggunjingnya.” 

Aku berkata, “Aku tidak pernah menggunjingnya, aku hanya berkata tentang dirinya dalam hatiku saja.”

Suara itu berkata, “Engkau pun tak akan rela bila diperlakukan demikian. Pergi dan mintalah ampunannya.”

Keesokan harinya aku sibuk mencari sang fakir hingga akhirnya aku menemukannya di suatu tempat. Kulihat ia sedang mencuci sayuran dan mengambil dedaunan yang jatuh di air. Kuucapkan salam kepadanya dan ia pun membalas salamku.

“Kembalilah, hai Abu Qasim,” katanya kepadaku.

“Tidak, sebelum engkau memaafkanku,” jawabku.

“Pergilah! Allah telah mengampuni diriku dan dirimu,” katanya lagi.

Mendengar ucapannya barulah aku meninggalkan orang tersebut.

Sumber: Hikaayah al-'Aashiin

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu