Home » » Fi Silmi Kaffah

Fi Silmi Kaffah


Berislam secara kaffah itu maknanya kita dituntut untuk selalu berpegang pada prinsip-prinsip Islam dalam segala hal; i’tiqad, ibadah, muamalat, munakahat, siyasah dan sebagainya.
Ketika aku menunaikan ibadah haji bersama istri aku harus berjalan jauh untuk menuju Maktab dari Masjidil Haram. Semetinya aku sudah sangat haus dan butuh untuk segera minum meski satu dua teguk.
Istriku menyarankan untuk membeli minuman di counter-counter yang banyak berada di sepanjang jalan. Counter itu menjual minuman dengan hanya memasukkan jumlah uang ke dalamnya, lalu secara otomatis akan keluar minuman yang dikehendaki; tanpa penjual tanpa transaksi.
Aku menolak saran istriku. Karena bagiku model jual beli seperti itu tidak pas dengan apa yang diajarkan oleh agamaku. Mesti ada penjual dalam akad jual beli jual, mesti ada ijab kabul dalam tiap transaksi. Maka biarlah aku menahan haus hingga sampai di Maktab nanti, atau aku akan membeli di toko minuman yang melakukan transaksi sesuai ajaran agama yang kupelajari.
Belum aku sampai di Maktab di tengah jalan seorang anak kecil menghampiriku. Kepadaku ia memberikan dua buah semangka besar yang sudah dipotong-potong siap untuk dimakan. Alhamdulillah, dengan semangka itu aku dan istriku terbebas dari kehausan dan kelaparan.
Saat aku sampai di rumah di Brebes satu keunikan terjadi. Kamar tidur yang aku tinggal berhaji selama 40 hari dalam keadaan terkunci dan kuncinya aku bawa ke tanah suci, saat aku membukanya di dalamnya tergeletak 2 buah semangka besar yang sama persis dengan buah semangka yang aku terima dari seorang anak kecil di jalanan Kota Makkah.

(KH. Subhan Makmun, Brebes)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu