Home » » Jam 10 Kurang 10

Jam 10 Kurang 10


Aku dalam perjalanan dari Purwokerto menuju Pekalongan bersama Kyai Malik, guru tarekat Naqshabandiyahku. Kami menggunakan mobil milik Pak Suyuthi yang ia supiri sendiri.

Saat melintasi hutan di kawasan Bantar Bolang Pemalang kira-kira jam menunjukkan pukul 10 kurang seperempat. Tiba-tiba Kyai Malik meminta pada Pak Suyuthi untuk menghentikan mobilnya dan menggelar alas untuk duduk-duduk di pinggiran jalan, juga di pinggiran hutan itu. Kyai Malik mengeluarkan rokok lintingannya. Sembari menghisap kami sempat mengobrol ringan. Aku sempat memperhatikan beliau beberapa kali melihat jam tangannya.

Hingga kira-kira jam menunjukkan pukul 10 kurang 10 beliau mematikan rokoknya dan meminta aku dan pak Suyuti untuk sejenak diam. Lalu beliau terlihat khusyuk. Dari kedua bibirnya kudengar beliau membaca kalimat-kalimat untuk menghantar hadia surat Alfatihah; kepada Rasulullah, para sahabat, tabi'in, waliyullah, ulama dan lainnya. Hingga kemudian aku terkejut ketika beliau juga menyebutkan banyak nama untuk dikirimi hadiah Fatihah. Aku mendengar beliau menyebut nama Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Sentot Prawiro, Teuku Umar, dan banyak nama pahlawan lainnya. Kepada mereka semua kami membacakan surat Alfatihah.

Setelah selesai berdoa aku sempat menanyakan, apa gerangan yang membuat beliau melakukan itu. Dengan santai namun tegas beliau benuturkan, "Ini tanggal 17 Agustus. Sekian tahun yang lalu, pada jam ini, Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan negeri kita. Aku minta berhenti sejenak untuk sekedar memberi penghormatan kepada para pahlawan kita yang telah banyak berkorban untuk kenikmatan besar ini."

(Habib Lutfi bin Yahya, Pekalongan)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu