Home » » Kyai Bilal

Kyai Bilal


Berpenampilan sederhana dan bersahaja. Kyai Bilal namanya. Yang baru mengenalnya akan mengira dia orang biasa saja pada umumnya. Nyatanya ilmu dan amalnya begitu dalam dan sepadan.

Pagi-pagi Kyai Bilal telah siap dengan pisaunya. Ia menuju ke kebun pisang dekat rumahnya. Ia pilih pohon dan daun pisang yang sesuai dengan kebutuhannya. Saat menemukan daun yang cocok ia bersiap memotongnya. Tangan kirinya memegang pokok daun. Tangan kanannya mengangkat pisau. Ia ayunkan pisau itu untuk sekali tebas langsung memotong. Tapi, tinggal beberapa senti pisau itu mengenai pokok daun Kyai Bilal malah menghentikan tangannya. Ia urung memotong daun itu.

Seorang tetangga yang menyaksikan itu mendekat dan bertanya, "Kyai, kok tak jadi memotong daunnya?"

Kyai Bilal menjawab, "Aku terlalu pagi memotong daun ini, Kang."

"Terlalu pagi bagaimana, Kyai?" sang tetangga tak mengerti.

Kyai Bilal menarik tangan orang itu untuk lebih dekat, lalu berkata, "Itu lho Kang, ternyata di daun ini masih ada sekelompok semut yang masih tertidur pulas. Kalau aku memotongnya pasti akan mengganggu tidur mereka. Jadi aku tunda nanti agak siang saja, biar mereka bangun dan pergi lebih dulu."

(KH. Subhan Ma'mun, Brebes)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu