Home » » Kyai Umar; Bila Lupa Nama Tamu

Kyai Umar; Bila Lupa Nama Tamu

Suatu ketika datang seorang tamu ke rumah Kyai Umar. Keduanya terlibat pembicaraan yang cukup kental. Namun dalam lubuk hati Sang Kyai bertanya-tanya, “Siapa nama tamu ini, sepertinya aku pernah mengenalnya?” Ingin rasanya beliau menanyakan langsung siapa nama tamu tersebut. Namun niat ini beliau urungkan karena khawatir akan membuat kecewa tamunya, bahwa namanya telah terlupakan dari ingatan Sang Kyai yang terkenal ramah ini.

Maka dipanggilah seorang santrinya yang biasa ngladeni para tamu di ndalem. Dengan berbisik lirih—agar sang tamu tidak mendengar—beliau berkata, “Saya lupa nama tamu ini. Tolong kamu bincang-bincang sebentar dengannya dan jangan lupa tanyakan nama dan alamatnya. Saya akan masuk sebentar mendengarkan perbincangan kalian.”

Kyai Umar (paling kiri) beserta keluarga dan sahabat

“Maaf, saya masuk sebentar ke dalam,” pamit Kyai Umar pada sang tamu. Beliau pun masuk ke dalam rumah, sedangkan sang santri terus bercakap-cakap dengan sang tamu. Ia tanyakan nama, alamat, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sementara dari dalam rumah Kyai Umar mendengarkan pembicaraan mereka. Setelah dirasa cukup Kyai Umar kembali menemui tamunya dan menyuruh sang santri masuk kembali ke dalam. Maka perbincangan antara sang tamu dan Sang Kyai semakin akrab, setelah Sang Kyai mengetahui kembali nama tamu tersebut.


Demikian cara Kyai Umar menghormati tamunya setiap kali beliau lupa nama orang yang bertandang ke rumahnya. Beliau lakukan banyak cara untuk menjaga perasaan setiap sesama.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu