Home » » Lalat di Jari Telunjuk

Lalat di Jari Telunjuk


Alun-alun Kota Tegal telah penuh sesak. Ribuan masyarakat muslim kota Pantura ini memadatinya dalam rangka pengajian akbar pada suatu peringatan. Rangkaian acara demi acara silih berganti. Hingga tiba pada acara puncak mau'idhah hasanah yang disampaikan oleh seorang kyai alim dari Brebes.

Sebagaimana yang sudah-sudah setiap kali kyai kharismatik ini berceramah para pengunjung selalu diam seribu bahasa. Juga saat pengajian akbar di alun-alun itu. Semuanya terdiam. Gemuruh yang sebelumnya membahana kini berganti dengan keheningan. Semua yang hadir dengan khusyuk dan hikmat mendengar taushiyah dari sang kyai.

Hingga terjadilah peristiwa yang membuat para hadirin bertanya-tanya. Saat sang kyai  menudingkan telunjuknya di tengah-tengah ceramah tiba-tiba beliau terdiam. Beliau tak melanjutkan suaranya yang terpotong, juga tak menggerakkan tubuhnya. Tangannya yang diangkat dengan jari telunjuk menuding juga tiba-tiba berhenti pada posisi seperti itu. Semua jamaah terheran. Ada apa gerangan? Jamaah mulai curiga. Ada yang menganggap sang kyai terkena serangan stroke sehingga tak bisa bergerak. Ada yang menyangka lain. Setelah sekian menit berlalu tiba-tiba sang kyai kembali bersuara melanjutkan ceramahnya dan menurunkan tangannya.

Seusai pengajian beberapa panitia menanyakan gerangan yang terjadi saat di panggung. Sang kyai menjelaskan, "Saat saya angkat tangan saya dan saya tudingkan telunjuk ini, tiba-tiba seekor lalat hinggap di ujung telunjuk. Maka saya langsung berhenti, tak bersuara dan tak bergerak. Saya pikir mungkin lalat itu telah lama dan jauh terbang sehingga sekarang ia ingin beristirahat melepas lelah. Maka saya hentikan ceramah saya dan saya hentikan gerakan tubuh saya, sekedar memberinya waktu yang cukup untuk istirahat. Setelah lalat itu terbang barulah saya lanjutkan."

Diceritakan kepada penulis oleh bapaknya sebagai saksi mata, tentang KH. Subhan Ma'mun, Brebes

2 komentar:

  1. Jika dijadikan kumpulan cerita seri binatang, kayaknya menarik kang,. bahasanya disederhanakan jadilah cerita anak-anak..hehe..
    luwih jos meneh yen ono sing urun gambar komik.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. usulan bagus kang... cocok karo impen sing lagi tak pikir piye mewujudkannya... lanjut inbox ya :)

      Hapus

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu