Home » » Hilangnya Makrifat

Hilangnya Makrifat


Suatu ketika Fudlail bin Iyadl mendatangi salah seorang muridnya yang sedang sekarat. Ia adalah seorang murid yang telah mencapai tingkatan makrifat. Dengan penuh kasih sayang sebagai seorang guru pada muridnya Fudlail menuntunnya untuk membacakan  syahadat. Berulang kali Fudlail menuntunnya namun sang murid tak juga dapat mengucapkannya. Justru setelah sekian lama dituntun sang murid malah berkata, “Aku tak akan mengucapkan kalimat itu dan tak ada urusan dengannya.”

Kemudian ia meninggal tanpa mengucapkan syahadat. Betapa sedihnya Fudlail bin Iyadl. Ia keluar meninggalkan jenazah sang murid sambil menangis menahan duka dalam hatinya.

Suatu ketika dalam tidurnya Fudlail bin Iyadl bermimpi bertemu dengan muridnya. Ia berkata, “Muridku, apakah yang menjadikan makrifatmu dicabut sehingga engkau keluar dari dunia ini tanpa mengucapkan syahadat?”

Murid itu berkata, “Guru, dahulu aku pernah memiliki suatu penyakit. Kudatangi seorang dokter untuk menanyakan obatnya. Ia memberikan saran agar aku meminum arak satu mangkuk setiap tahun. Bila aku tak meminumnya maka penyakit yang aku derita tak akan pernah sembuh. Maka kuturuti sarannya dan kuminum semangkuk arak setiap tahun sekali. Kulakukan itu untuk mengobati penyakitku. Itulah yang menjadikanku keluar dari dunia tanpa syahadat.”

Bila peminum arak dengan tujuan sebagai obat saja demikian keadaannya, bagaimana halnya dengan orang yang meminumnya bukan untuk obat? Atau mungkin begiotu juga dengan barang haram lainnya? Semoga Allah melindungi kita dari segala cobaan dan ujian.

Sumber: 'Ushfuriyah

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu