Home » » Kyai Umar; Satu Pisang Untuk Berdua

Kyai Umar; Satu Pisang Untuk Berdua

Tak kehabisan akal. Barang kali kata itulah yang tepat kita berikan bagi kyai kharismatik ini. Beliau bisa saja menemukan solusi di kala keadaan begitu memaksa.
Suatu ketika, datang seorang tamu sowan kepada beliau. Kala itu di rumahnya tak ada makanan apapun yang bisa dihidangkan, kecuali sebuah pisang.

Kyai Umar bingung juga. Bila pisang itu diberikan kepada sang tamu, tentu dia tak mau memakannya, karena tuan rumah tidak ikut makan. “Ning, yen ora tak wenehke berarti aku ora hormat marang tamuku” pikir Kyai Umar.

Bukan Kyai Umar namanya kalau tidak bisa memecahkan masalah. Beliau pun terus berpikir. Lalu, dapat ide ! Pisang itu dipotong menjadi dua bagian. Satu bagian untuk sang tamu, sedangkan bagian yang lainnya lagi untuk beliau sendiri. Kedua insan ini pun bersama-sama makan pisang dengan ukuran yang adil.

Al-hamdulillah…. Aku esih bisa hormat marang tamuku” batin sang kyai gembira.

Begitulah Kyai Umar. Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi tamunya. Meskipun hanya dengan satu pisang untuk berdua.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu