Home » » Belajar Dari Monyet

Belajar Dari Monyet

Entah ini kali yang keberapa aku memegang dan membaca buku ini. Sebuah buku yang tak begitu tebal, membincangkan tentang sebuah sekolah di Surat Thani Thailand yang semua muridnya adalah monyet.

Ya, sekolah ini memang khusus untuk monyet. Penduduk di sana yang mayoritas memiliki kebun kelapa menggunakan monyet sebagai "tenaga kerja" untuk membantu mengelola kebun kelapa mereka. mulai dari menanam hingga memanen kelapa. Monyet-monyet ini mereka dapatkan dari alam liar atau dibeli dari para penjual.

Sama dengan sekolah bagi anak-anak kita, sekolah ini juga terdiri dari berbagai jenjang, mulai dari jenjang yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Masing-masing jenjang memiliki kurikulum dan target tersendiri.

Monyet yang disekolahkan di sini memiliki latar belakang yang berbeda. Perilaku mereka pun berbeda. Ada yang masih liar karena baru saja didapat dari hutan, sampai ada yang sudah terbiasa merokok karena pergaulan yang cukup lama dangan tuan pemiliknya.

Sang Guru sangat memahami perbedaan latar belakang dan perilaku para muridnya ini. Maka disusunlah kurikulum dan target pendidikan pada setiap jenjangnya. Yang menarik adalah, pada jenjang paling dasar sekolah ini menetapkan kurikulumnya dengan mendidik para murid untuk meninggalkan perilaku-perilaku buruk seperti merokok. Dalam pendidikan kita ini dapat dibahasakan sebagai "Pendidikan Akhlak".

Ya, sebelum para murid mempelajari berbagai materi lebih lanjut pendidikan akhlak sangat penting untuk ditanamkan lebih awal. Dan, luar biasa! Ketika sistem pendidikan kita saat ini baru memulai menerapkan pendidikan karakter dengan memperbanyak jadwal Pendidikan Agama yang menitik beratkan pada akhlak, sekolah untuk para monyet itu jauh-jauh hari telah lebih dulu menerapkannya.

Singkatnya, di sekolah ini pendidikan diberikan dengan rambu-rambu:
1. Tidak ada calon siswa yang ditolak
2. Tidak ada siswa yang putus sekolah
3. Setiap siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan potensinya
4. Setiap lulusan sekolah itu dijamin menguasai target yang telah ditentukan dalam kurikulum

Yang lebih menarik--setidaknya bagi saya--buku karya Dr. Rung Kaewdang, P.Hd ini ditutup dengan sebuah pertanyaan singkat; Bila Para Monyet Bisa Belajar, Mengapa Para Siswa
Tidak Bisa?

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu