Home » » Slenthik

Slenthik

Hingar bingar perayaan tujuh belasan telah usai. Berbagai simbol-simbol kemeriahannya mulai ditarik, dicabut, dilepas dari tempatnya. Juga aku. Bendera merah putih yang sejak seminggu lalu dikibarkan dengan gagahnya di depan rumah orang tuaku aku turunkan. Kulepas kainnya dari tonggaknya. Lalu kusampirkan begitu saja dipundakku.

Tiba-tiba salah satu telingaku berasa sakit sekali. Dari arah belakang ada yang me-nylenthik-nya cukup keras. Saat kutengok ternyata bapakku yang melakukan itu.

Dengan tegasnya beliau mengataiku, "Jangan sembrono dengan merah putih itu! Itu memang sekedar kain merah dan putih yang disatukan. Tapi untuk mengibarkannya dengan gagah di bumi nusantara ini beribu bahkan berjuta nyawa dan darah telah dikorbankan. Yang baik memperlakukan bendera kebanggaan bangsa kita!"

(Habib Lutfi bin Yahya, Pekalongan)






0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu