Home » » Antara Ghibah dan Zina

Antara Ghibah dan Zina


Dikisahkan, ketika seorang faqih sedang memberikan mauidhah kepada jamaahnya, datanglah seorang perempuan menghadapnya. Perempuan itu berkata, “Wahai syekh, aku memiliki satu masalah besar yang tak pantas kuberitakan kepadamu karena aku merasa malu untuk mengatakannya.”

Sang faqih berkata, “Katakanlah masalahmu itu, janganlah engkau malu dalam hal ilmu.”

Perempuan itu bercerita, “Suatu malam aku tidur dengan lelapnya. Tiba-tiba anak laki-lakiku datang dalam keadaan mabuk, lalu ia menyetubuhiku. Kemudian aku hamil dan melahirkan anak dari perbuatannya itu.”

Mendengar cerita tersebut jamaah yang hadir di majlis itu terheran-heran dan saling menggunjingkan masalah perempuan itu. Melihat hal yang demikian sang faqih berkata, “Wahai para jamaahku, apakah kalian merasa heran dengan masalahnya dan kalian memperbincangkannya? Sungguh, perbuatan perempuan ini bersama anaknya itu lebih ringan dan lebih aku sukai dari pada gunjingan yang kalian lakukan. Karena orang yang berzina bila bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. Sedangkan orang yang menggunjing bila bertaubat Allah tak akan menerima taubatnya sehingga ia dimaafkan oleh orang yang ia pergunjingkan.

Sumber: Hikaayah al-'Aashiin

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu