Home » » Mengejar Kapal

Mengejar Kapal

Satu ketika saya ditugaskan untuk berkunjung ke sebuah kabupaten di Kalimantan guna monitoring pelaksanaan tugas pemerintahan di Kantor Kementerian Agama di kabupaaten itu. sesampainya di sana oleh kepala kantor saya dikenalkan pada seorang kepala KUA yang sangat dihormati oleh masyarakat.

Kepala kantor itu bercerita, “Beliau ini Kepala KUA di sebuah kecamatan terpencil. Dari kabupaten menuju kecamatan itu mesti melewati beberapa kali perjalanan dan membutuhkan waktu beberapa hari. Dari sini ia harus naik pesawat ke Nunukan. Lalu dilanjutkan perjalanan darat sekian hari. Dilanjutkan lagi dengan perjalanan laut sekian jam lamanya.

Bapak Kepala KUA ini sangat disegani dan dihormati oleh masyarakat di banyak daerah di Kabupaten ini. Masyarakat mengenalnya melalui ceramah-ceramah pengajian yang disampaikan dengan sangat menarik dan mudah diterima oleh mereka.
Satu ketika, pada hari Jum’at, bapak Kepala KUA ini berkunjung ke satu daerah terpencil. Perjalanan laut mesti ditempuh dengan jadwal kapal yang hanya lima hari sekali. Ketika sampai di daerah itu masyarakat melihatnya dan memintanya untuk berkenan menyampaikan khutbah Jum’at di masjid setempat.

Atas permintaan itu beliau tidak serta merta menyanggupi. Beliau bimbang. Bila menolak permintaan tersebut maka akan mengecewakan masyarakat. Tapi bila menerimanya bisa jadi ia tidak bisa pulang hari ini, karena bisa jadi saat ia khutbah kapal yang menuju ke daerah asal tinggalnya lewat dan ia tak bisa ikut. Itu artinya ia baru bisa pulang lima hari lagi.

Namun pada akhirnya, karena kebaikan beliau, permintaan khutbah Jum’at itu dipenuhi. Beliaupun naik mimbar. Jamaah yang hadir sangat antusias mendengarkan khutbahnya. Hingga sampai pada pertengahan khutbah terdengar suara kapal datang. Tanpa berpikir panjang beliau langsung turun dari mimbar, meninggalkan khutbah dan jamaah Jum’at, mengejar kapal yang hanya satu-satunya itu.

“Lah, dari pada saya harus menunggu pulang lima hari lagi?” katanya.


(Syihabudin Latief, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI, dalam Orientasi Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak – Nikah Rujuk, di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, 15 – 16 September 2013)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu