Home » » Anak Kucing

Anak Kucing

Beberapa waktu setelah Imam As-Syibli wafat, seorang sahabat memimpikannya. Dalam mimpinya ia bertanya pada Syibli, “Apa yang diperbuat Allah kepadamu, Syibli?”
As-Syibli menjawab, “Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia. Ia berkata kepadaku, “Wahai Syibli, tahukah engkau apa yang membuat-Ku berkenan mengampunimu?”
Aku menjawab, Karena kebaikan amalku, ya Allah.
“Bukan,” kata Allah.
“Karena keikhlasanku dalam beribadah.”
“Tidak.”
“Karena ibadah haji, puasa, dan shalatku.”
“Tidak.”
“Karena kelanggenganku dalam mencari ilmu.”
“Bukan.”
Aku tak habis mengerti. Semua amalan yang kupunya dinyatakan bukan menjadi sebab diampuninya dosa-dosaku. Maka kepada Tuhanku aku sampaikan, “Ya Allah, semua itu adalah amalanku yang karenanya aku berharap Engkau berkenan memaafkan salahku mengampuni dosaku.”
Allah berfirman, “Syibli, semua amalanmu itu bukanlah sebab yang menjadikan-Ku mengampunimu.”
Aku penasaran, “Lalu karena apa?”
“Ingatkah engkau, ketika kau berjalan di pinggiran kota Baghdad, kau jumpai seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke tembok. Lalu, karena merasa kasihan, kau ambil anak kucing itu dan memasukannya ke dalam saku jubahmu agar ia terhangatkan?”
“Ya, aku ingat,” jawabku.

Allah berfirman, “Karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu.”

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu