Home » » Melihat Shalat Rasul

Melihat Shalat Rasul

Saat berada di Muzdalifah aku melaksanakan shalat subuh di sebuah masjid yang ada di sana. Sebagaimana aku lakukan di Indonesia di sini pun aku melaksanakan shalat subuh dengan membaca do’a qunut setelah ruku’ pada rekaat kedua.
Usai salam seorang syekh yang asli penduduk setempat mendekatiku. Kepadaku ia berkata-kata dengan nada tinggi. Ia mempermaslahkan do’a qunut yang barusan aku baca pada waktu shalat. Katanya doa qunut itu tidak ada dasarnya. Itu bid’ah karena tak pernah diajarkan oleh Rasulullah. Ia terus berbicara. Bahkan memintaku untuk mengulang kembali shalat subuhku, karena shalat yang tadi aku lakukan dianggap tidak sah.
Hingga akhirnya ia menyitir sebuah hadits dimana Rasulullah mengajarkan; shalatlah sebagaimana engkau melihat aku melakukan shalat.
Saat kutemukan celah untuk berbicara aku memotong kalimatnya. Dengan tegas aku bertanya kepada syekh itu, “Pernahkah Anda melihat shalatnya Rasul?” Atas pertanyaanku itu kulihat ia tertegun. Terlihat seperti bingung, diam tak menjawab, lalu pergi.
Tak lama kemudian aku melihat syekh itu sedang makan kurma. Kuperhatikan ia memakannya dengan menggunakan tangan kiri. Maka kudekati dia. Kepadanya aku bertanya, “Pernahkah Rasul mengajarimu makan dengan tangan kiri?”
Sekali lagi ia terdiam.


(KH. Subhan Makmun, Brebes, 27 Oktober 2013)

1 komentar:

  1. Kang kaji ... Semoga tindakan seperti itu bisa dipahami sama orang yang anti qunut .

    BalasHapus

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu