Home » » Suara Tasbehku

Suara Tasbehku



Pada sepertiga malam terakhir ini entah sudah berapa lama aku duduk di atas sajadahku, memutar biji tasbeh, bertasbih tahmid mensucikan dan mengagungkan asma-Nya. Kepadanya aku menundukkan tidak saja kepalaku, tapi juga hati dan pikiranku. Biji tasbeh terus berputar di sela jemariku.
Hingga saat aku sekilas menengadah, kulihat di dinding depanku seekor cicak sedang mengendap. Beberapa senti di depannya berdiam seekor nyamuk. Cicak itu jelas terlihat akan memangsanya. Sementara aku terus berwirid dan kali ini pandanganku tak lepas dari dua makhluk Allah di dinding depanku itu.
Tiba-tiba jemariku merasa untaian tasbehku tersangkut. Dengan jemariku pula kucoba mengurai sangkutan itu. Karena sedikit susah mengurainya maka sedikit kugerakkan tasbehku hingga menimbulkan suara "crekk.." Yang terjadi kemudian adalah sesuatu yang menggetarkan jiwaku.

Seekor cicak yang sedang mengendap akan menyantap seekor nyamuk makanannya itu terkejut dan lari menjauh karena mendengar suara tasbeh yang kugerakkan itu. Aku terperangah. Bacaan wiridku yang sudah separoh jalan segera kuganti dengan bacaan beristighfar berturut-turut. Hatiku berdebar, mataku nanar. Bibirku bergetar berucap pelan, "Gusti, nyuwun pangapunten, karena suara tasbehku cicak itu terganggu dan terputus dari rejekinya. Ngapunten Gusti... ngapunten..."

(KH. Subhan Makmun)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu