Home » » Istri Yang Menerima

Istri Yang Menerima


“Nak, aku doakan semoga kelak istrimu adalah orang yang seperti ibumu,” begitu kata Bapakku satu ketika.
“Memangnya mengapa, Pak?” tanyaku.
“Ibumu itu punya satu keistimewaan yang saat ini jarang dimiliki oleh kaum perempuan. Ibumu itu keturunan orang kaya, sangat kaya malah. Bayangkan saja, orang tuanya memiliki ratusan hektar sawah. Sedangkan aku, bapakmu, menikahi ibumu tanpa membawa harta apapun karena memang aku orang miskin. Tetapi selama berumah tangga dengan bapakmu ini ibumu tak pernah meminta uang nafkah. Ia menerima saja berapapun yang aku berikan kepadanya. Bahkan ketika sedang paceklik ibumu rela makan makanan yang layaknya dimakan oleh orang-orang miskin.”
Aku terus mendengarkan petuah bapakku.
“Seorang istri yang demikian ini, yang menerima dengan ikhlas seberapapun nafkah dari suaminya, yang bisa menjadikan sebuah rumah tangga penuh keberkahan dan melahirkan keturunan yang diberkahi. Semoga kelak istrimu adalah perempuan yang seperti ibumu, Nak.”

(KH. Subhan Makmun, Brebes. Diceritakan pada penulis pada tanggal 7 Syawal 1433 H)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu