Home » » Pelayan

Pelayan


Beliau berasal dari Banten, Jawa, Indonesia. Namanya, atau dikenalnya, Syekh Nawawi Banten. Tinggi badan sekitar 168 cm dengan perawakan biasa. Begitu dalam penguasaan ilmunya belia menjadi mufti di Makkah dengan gelar Sayid Ulama Hijaz; Pemimpin Ulama Negeri Hijaz (Saudi). Salah satu murid beliau yang juga menjadi pelayannya adalah Kyai Asnawi. Berpostur tinggi tegap dengan tinggi badan 182 sm.

Satu saat Kyai Nawawi mendapat undangan ke Mesir untuk mengikuti diskusi keagamaan bersama para ulama dari berbagai penjuru dunia. Diajaknya Kyai Asnawi ikut serta ke Mesir. Beliau perintahkan pelayannya itu menggunakan jubah layaknya seorang ulama besar. Belia sendiri memakai pakaian biasa dan sederhana.

Sesampai di Mesir keduanya disambut luar biasa oleh ulama-ulama lain yang datang lebih dulu. Maklum, nama Syekh Nawawi kala itu begitu tersohor di seluruh dunia. Namun ruapanya ada yang "keliru" dalam penyambutan itu. Para ulama yang hanya tahu nama Syekh Nawawi namun belum pernah melihat orangnya memberikan sambutan luar biasa kepada Kyai Asnawi. Mereka mengira yang memakai jubah itulah Kyai Nawawi, sedangkan yang berbaju biasa adalah pelayannya.

Kepada panitia Syekh Nawawi menyampaikan, "Maaf, guru saya ini baru saja melakukan perjalanan jauh. Beliau merasa kecapekan. Karenanya saya minta bagi guru saya agar beliau istirahat dulu di kamar hotel. Soal diskusi itu biarlah saya saja yang mewakili."

Panitia memenuhi permintaan Syekh Nawawi yang dikira pelayan itu. Maka jadilah Kyai Asnawi--yang dianggap Syekh Nawawi--tiduran di kamar hotel, sedang Syekh Nawawi--yang dianggap pelayan--mengikuti diskusi dengan para ulama lain.

Di tengah diskusi banyak permasalahan musykil yang sulit ditetapkan hukumnya. Namun oleh "pelayan" Syekh Nawawi itu semuanya dijabarkan dengan sangat gamblang. Beliau sebutkan berbagai dalil dari qur'an, hadits, kaidah bahasa, kaidah hukum dan segi-segi lainnya. Sangat gamblang! Oleh beliau semua permasalahan yang dibahas pada diskusi itu diselesaikan semua.

Melihat kenyataan itu para ulama terkagum-kagum. Mereka berpikir, bila "pelayannya" saja begitu alim, bagaimana dengan Syekh Nawawinya?

Namun di tengah kekaguman mereka, tampil seseorang yang mengenali "pelayan" Syekh Nawawi. Ia mendekati beliau. Lalu dengan suara keras ia mengatakan, "Ini bukan pelayan Syekh Nawawi, inilah Syekh Nawawi!"

Awalnya Syekh Nawawi bersikeras menutupi dirinya. "Bukan, saya bukan Syekh Nawawi, saya adalah pelayan!" Namun setelah didesak akhirnya beliau mengakui dirinya yang sebenarnya. Semua yang hadir terperangah. Mereka baru tersadar bahwa yang berbicara di tengah mereka adalah Syekh Nawawi Banten yang alim itu.

Saat di daulat untuk berpidato beliau mengatakan, "Saya adalah pelayan. Ya, saya adalah pelayan. Saya adalah pelayan ilmu. Kalian semua telah ditipu oleh penampilan luar. Kalian telah melayani dunia, mengacuhkan ilmu."

(KH. Subhan Makmun, Brebes, dalam Kajian KItab Tafsir Munir Karya Syekh Nawawi)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu