Home » » Kang Sodrun Merayu Tuhan

Kang Sodrun Merayu Tuhan


Judul buku : Sodrun Merayu Tuhan
Penulis      : Yazid Muttaqin
Penerbit    : Tinta Medina (Grup Tiga Serangkai)
Halaman    : 256 halaman
SKU           : 832011.020

ISBN          : 978-602-257-933-5

Kang Sodrun hanyalah orang biasa, tak ada yang luar biasa pada dirinya. Ia sungguh merasa dirinya bukan siapa-siapa. Hidup dan kehidupannya pun ia jalani sebagaimana orang-orang biasa menjalaninya.

Namun di hadapan Tuhannya Kang Sodrun sangat ingin berdekat-dekat, sedekat mungkin. Meski ia begitu menyadari bahwa dirinya tak layak berdekat-dekat dengan Tuhan yang Maha Suci nan Mulia.

Untuk keinginannya itu Kang Sodrun berbuat semampunya untuk mendekati Sang Tuhan. Dengan modal yang seadanya ia berusaha merayu Tuhan, agar berkenan menerima dirinya apa adanya. Dengan sebungkus tape singkong, dengan uang dua puluh atau bahkan sepuluh ribu saja, atau bahkan hanya dengan sebiji benih yang diharapkan mampu menghasilkan berhektar buah.

Keinginannya untuk berdekat-dekat dengan Tuhan juga menjadikannya tak enggan belajar dari Mbah Ngis, perempuan tua yang memberinya pendidikan luhur lewat sebungkus bakwan dan tempe goreng. Ia tak segan menggali ilmu dari Mbah Darmo dan Mbok Jumi’ah, pedagang nasi bungkus yang rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa demi menjadi tamu Sang Rahman. Juga belajar dari Mbah Rajim dan seorang pedagang asongan yang keduanya ia sebut sebagai guru jalanan.

Ya, dengan perilaku-perilaku yang sering kali dianggap remeh dan sepele ia berusaha mendekati Tuhannya. Semampunya, seadanya,
Kang Sodrun Merayu Tuhan.


ENDORSEMENT


Endorsement naskah buku ini tidak dimintakan dari para tokoh atau publik figur sebagaimana lazimnya endorsement sebuah buku. Namun diambilkan dari komentar “orang-orang biasa” yang setia mengikuti catatan-catatan penulis di jejaring sosial Facebook. Mereka tidak memberikan komentar atas naskah buku yang akan diterbitkan. Mereka memberikan komentar secara spontan dan jujur untuk setiap catatan penulis yang mereka baca hingga tuntas. Berikut di antaranya:


Isnaini Sri Hidayah (guru olah raga pada salah satu SMA di Solo):
“..... membaca cerita-cerita Kang Yazid tuh harus benar-benar terlibat semuanya baik pikiran maupun hati....”

Rose Maghfur (guru di Pesantren Al-Muayyad, Solo):
“lagi-lagi membaca cerita Kang Sodrun membuat lidah kelu, mata mbrambang (berlinang) .... allahummarhamna....”

Muslich Nurudin (guru di sebuah sekolah milik Yayasan Sampoerna, Malang):
“Jalan ceritanya keren Mas...”

Zakki Jaluaji (mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang):
“merinding membaca ini...merasa malu sendiri...”

Yasin Anwar (praktisi hukum di Malaysia):
“Subhanallah ... Maha Suci Allah ... sungguh teramat sangat mendalam makna yang tersirat disebalik cerita ini .... semoga setiap orang yang telah membacanya diberi rahmat, taufiq, hidayah serta inayah dari-Nya... dan dapat me-muhasabah diri masing-masing ... Amin Ya Robbal'alamin ... Excellent ...”

Hesty Wahyuningsih (dokter di salah satu rumah sakit di Semarang):
“Saya belajar, Pak.... di sini ada banyak potret, dari yang membuat sedih sampe yang membuat tergetar. –mengusap sudut mata—“

Ari Budiyarto  (alumnus Al-Azhar Univercity, Kairo, Mesir):
“Benar-benar menyentuh, Kang.... Sampeyan berbakat nulis yang model kayak gini...”


1 komentar:

  1. Mau beli buku ini di mana ya..?
    dulu pernah punya tapi dah hilang

    BalasHapus

Pengikut

Blog Archive

Popular Posts

Buku Tamu